5 wilayah, 5 cara orang mencari
Pekerjaannya sama di mana pun, tapi kata yang diketik calon pembeli berbeda-beda. Orang Sleman mencari dengan menyebut nama kampus, pengunjung Kota Jogja menyebut nama kawasan wisata, dan pembeli grosir Bantul justru mengetik dalam bahasa Inggris.
Halaman-halaman di bawah ini berisi catatan lapangan per daerah — sektor yang dominan, celah yang masih terbuka, dan hal yang perlu diperhatikan saat membangun situs untuk usaha di sana.
Catatan per wilayah
Kabupaten Sleman
Daerah dengan kepadatan usaha kecil tertinggi di DIY karena berimpit dengan kawasan kampus. Persaingan kata kunci di sini paling ketat sekaligus paling menguntungkan.
Lihat catatan wilayahW-02Kota Yogyakarta
Wilayah paling padat pengunjung luar kota. Banyak pencarian datang dari orang yang sedang merencanakan perjalanan, bukan dari warga sekitar.
Lihat catatan wilayahW-03Kabupaten Bantul
Pusat kerajinan DIY. Banyak pengusaha di sini sudah mengekspor barang tapi belum punya alamat web sendiri untuk ditunjukkan ke pembeli luar negeri.
Lihat catatan wilayahW-04Kabupaten Kulon Progo
Kawasan yang berubah cepat sejak Bandara YIA beroperasi. Persaingan kata kunci masih longgar, jadi situs baru relatif cepat mendapat tempat.
Lihat catatan wilayahW-05Kabupaten Gunungkidul
Wilayah wisata dengan musim ramai yang tajam. Pencarian melonjak saat libur panjang, dan situs yang siap sebelum musim jauh lebih beruntung daripada yang dibuat saat musim berjalan.
Lihat catatan wilayahLangkah berikutnya
Di luar DIY juga bisa
Pengerjaan dilakukan jarak jauh, jadi lokasi tidak jadi penghalang. Yang membuat wilayah penting bukan jaraknya, melainkan kata pencarian yang dipakai calon pembeli Anda.